Sepanjang masa muda, saya pemalu, minder, kuper, dan melihat orang kaya sebagai makhluk lain yang menjengahkan. Saya betul-betul tersiksa dalam keremangan jati diri dan nanar dalam pencarian arti kehidupan. Dalam kesedihan, saya tetap berfokus menjadikan diri saya terdidik, terampil dalam bekerja dan pandai memenangkan hati baik orang lain. Tahu-tahu, hidup menjadi lain, dan indah. Terima kasih Tuhan. Mario Teguh
Seorang rekan muda bertanya, Apa rahasia karir Pak Mario? Saya tidak begitu pandai, tidak rajin-rajin banget, tapi tegas memaksa diri sendiri untuk belajar dan berhasil dalam pergaulan yang baik. Saya menjadi karyawan yang menghasilkan, dan wirausahawan yang giat. Saya menjadi anak, suami, dan ayah yang penyayang. Dan yang ini penting, Saya meminta Tuhan untuk menggunakan saya bagi kebaikan hidup sesama. Itu!